Detail Berita

- 2025-03-04 05:29:33
- By Biro Humas
KORPRI Dukung Penanganan Stunting: Wujudkan Generasi Indonesia Emas 2045
Setjen DPKN (Selasa, 4/3/2025) – Dewan Pengurus KORPRI Nasional kembali menggelar webinar "KORPRI Menyapa ASN" seri ke-102 dengan tema Strategi Percepatan Penurunan Stunting. Acara yang diadakan secara daring ini diikuti lebih dari 1.000 peserta melalui Zoom serta disaksikan oleh lebih dari 8.348 penonton melalui YouTube.
Dalam acara ini, hadir sebagai keynote speaker Ketua Umum DP KORPRI Nasional, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH. Narasumber yaitu Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, S.Ag, M.Pd, serta Deputi Promosi dan Kerjasama BGN, Dr. Drs. Nyoto Suwignyo, MM. Acara ini dimoderatori oleh dr. Hariyadi Wibowo, SH, MARS, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Perlindungan Kesehatan ASN DPKN.
Dalam sambutannya, Prof. Zudan menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan program prioritas nasional yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak. “Stunting bukan hanya tanggung jawab BKKBN semata, tetapi harus menjadi perhatian bersama, instansi pusat dan daerah.
KORPRI mendukung penuh program ini dan seluruh kepengurusan kementerian, provinsi dan kabupaten/kota, untuk turut serta dalam percepatan penanganan stunting,” ujar Prof. Zudan yang juga menjabat sebagai Kepala BKN.
Lebih lanjut, Prof. Zudan mendorong seluruh ASN untuk berperan aktif dalam upaya ini melalui program Gerakan Orang Tua Asuh yang diinisiasi oleh BKKBN. “ASN bisa menjadi contoh dengan terlibat langsung dalam memberikan dukungan kepada bayi dan anak-anak yang mengalami stunting. Dengan langkah nyata ini, kita bisa membantu menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. H. Wihaji, dalam pemaparannya menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan bagian dari arahan strategis pemerintah untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM). “Penanganan stunting bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi juga terkait dengan kemajuan ekonomi, pendidikan, serta pembangunan berkelanjutan. Program ini sejalan dengan visi besar Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan SDM unggul dan pembangunan keluarga berkualitas,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Drs. Nyoto Suwignyo menyoroti pentingnya asupan gizi sejak dini guna meningkatkan kemampuan akademik dan produktivitas anak di masa depan. “Kecukupan gizi harus diperhatikan sejak usia dini, dari balita hingga remaja, agar mereka bisa tumbuh dengan optimal. Kita perlu pendekatan kolaboratif antara instansi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan gizi, termasuk melalui program makanan bergizi gratis,” tegas Nyoto.
Webinar ini menjadi ajang strategis bagi ASN untuk memahami peran mereka dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif yang telah dicanangkan, KORPRI terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mendukung kebijakan pemerintah guna mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi di tahun 2045.
Share:

Biro Humas
Korps Pegawai Republik Indonesia sebagai satu-satunya wadah bagi Pegawai Republik Indonesia selalu berupaya terus menerus dalam menumbuhkan fungsinya sebagai perekat dan pemersatu bangsa, menjaga netralitas, dan hanya berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan bangsa dan negara.